{"id":1554,"date":"2022-04-11T09:07:06","date_gmt":"2022-04-11T09:07:06","guid":{"rendered":"http:\/\/ardian.id\/?p=1554"},"modified":"2022-04-11T10:42:01","modified_gmt":"2022-04-11T10:42:01","slug":"theory-and-methodological-borrowing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ardian.id\/?p=1554","title":{"rendered":"Theory and Methodological Borrowing"},"content":{"rendered":"<p>Menggunakan teori atau metodologi dari bidang lain boleh gak sih?<\/p>\n<p>Boleh. Dalam domain penelitian, langkah peneliti untuk \u2018meminjam\u2019 teori atau metodologi dari bidang lain disebut sebagai \u2018borrowing\u2019 (baca Murray, 1989; Floyd, 2009; Varpio, 205; Fellows &amp; Liu, 2020).<\/p>\n<blockquote><p>\u2018Borrowing\u2019 ada dua macam: \u2018theory borrowing\u2019 dan \u2018methodological borrowing\u2019.<\/p><\/blockquote>\n<p>Theory borrowing merujuk kepada strategi atau langkah peneliti menggunakan teori dari bidang lain, sementara methodological borrowing adalah strategi atau langkah peneliti menggunakan metodologi dari bidang lain.<\/p>\n<p>Kenapa melakukan theory borrowing atau methodological borrowing?<\/p>\n<p>Semua bidang ilmu memiliki keterbatasan dalam hal teori dan metodologi, terutama bidang ilmu yang interdisciplinary dan bidang ilmu yang baru berkembang. New (and) interdisciplinary fields do not have a long history of theory construction and testing (Murray, 1989). Sehingga, penggunaan teori atau metodologi dari bidang lain yang sudah \u2018established\u2019 merupakan upaya peneliti untuk menutupi celah kekurangan agar peneliti tersebut bisa memahami topik penelitian dan melakukan analisis lebih baik (atau untuk mendapatkan sudut pandang yang berbeda) \u2013 untuk bagian ini, baca Fellows dan Liu (2020).<\/p>\n<p>Apa yang harus dilakukan peneliti ketika melakukan \u2018borrowing\u2019?<\/p>\n<p>It is necessary that the borrowing process become explicit, purposive and conscious. This can be accomplished only if researchers understand the important philosophical issues at stake. It is proposed that appropriate borrowing results from a harmony or consonance of theory superstructure, type of science, and social context. Inconsistencies revealed among these elements may result in substantial problems for the research program.<\/p>\n<p>Meminjam teori atau metodologi dari bidang lain harus \u2018explicit, purposive, and concious\u2019. Artinya, peneliti harus sadar bahwa dia melakukan \u2018borrowing\u2019 \u2013 mengetahui tujuan dan alasan meminjam teori atau metodologi dari bidang lain, dan \u2013 secara eksplisit menyebutkan\/membahas pratik borrowing itu di dalam penelitiannya. Jangan lupa, ketika meminjam teori atau metodologi dari bidang lain, peneliti harus memperhatikan \u2018a harmony or consonance of theory (or methodology) superstructure, type of science, and social context\u2019 agar terhindar dari resiko kesalahan penggunaan teori dan metodologi.<\/p>\n<p>Meminjam teori dan metodologi dari bidang lain perlu kita lakukan agar bidang ilmu kita berkembang, khususnya emerging disciplines \u2013 bidang-bidang ilmu baru yang sedang tumbuh. \u2018Theory borrowing\u2019 membantu kita melihat hal-hal yang tidak bisa kita amati dengan kerangka teori dari bidang ilmu kita, dan \u2018methodological borrowing\u2019 memberikan kita kesempatan untuk melakukan penelitian dengan cara yang berbeda.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menggunakan teori atau metodologi dari bidang lain boleh gak sih? Boleh. Dalam domain penelitian, langkah peneliti untuk \u2018meminjam\u2019 teori atau metodologi dari bidang lain disebut sebagai \u2018borrowing\u2019 (baca Murray, 1989; Floyd, 2009; Varpio, 205; Fellows &amp; Liu, 2020). \u2018Borrowing\u2019 ada dua macam: \u2018theory borrowing\u2019 dan \u2018methodological borrowing\u2019. Theory borrowing merujuk kepada strategi atau langkah peneliti&#8230; <a class=\"more-link\" href=\"https:\/\/ardian.id\/?p=1554#more-1554\">Continue Reading &rarr;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1560,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/ardian.id\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Whiteson-mysteries_1200-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ardian.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1554"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ardian.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ardian.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ardian.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ardian.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1554"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ardian.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1554\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1556,"href":"https:\/\/ardian.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1554\/revisions\/1556"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ardian.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1560"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ardian.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1554"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ardian.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1554"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ardian.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1554"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}