{"id":1548,"date":"2022-04-09T21:19:27","date_gmt":"2022-04-09T21:19:27","guid":{"rendered":"http:\/\/ardian.id\/?p=1548"},"modified":"2022-04-09T21:22:26","modified_gmt":"2022-04-09T21:22:26","slug":"inteview","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ardian.id\/?p=1548","title":{"rendered":"Inteview"},"content":{"rendered":"<p>Interview sebagai teknik pengumpulan data itu seperti apa sih? Cuma nanya-nanya aja gitu? Supaya paham, kita harus mengenal jenis-jenis interview sebagai instrumen, dan sekaligus sebagai teknik.<\/p>\n<blockquote><p>Interview bisa dilakukan dengan satu orang atau dua orang. Emang ada interview dengan dua orang? Ada, namanya Dyadic Interview. Memang tidak se-ngehits interview biasa dengan satu orang atau FGD<\/p>\n<p>(see Caldwell, 2014).<\/p><\/blockquote>\n<p>Interview terdiri dari beberapa jenis.<\/p>\n<ol>\n<li>Episodic<\/li>\n<li>Narrative<\/li>\n<li>Focused<\/li>\n<li>Critical Incident<\/li>\n<\/ol>\n<p>Episodic Interview adalah teknik wawancara dimana pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh peneliti berfokus pada topik penelitian. Teknik ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang pemahaman dan interpretasi partisipan tentang suatu topik.<\/p>\n<p>Narrative Interview adalah teknik wawancara yang mengajak partisipan untuk mengingat &#8216;their history&#8217; &#8211; pengalaman yang mereka lalui, atau &#8216;others&#8217; history&#8217; &#8211; pengalaman yang dilalui pihak atau orang lain. Berbeda dari Episodic Interview, Narrative Interview tidak ditujukan untuk menggali pemahaman dan interpretasi partisipan.<\/p>\n<p>Focused Interview merupakan teknik wawancara dengan menggunakan stimulus untuk mendapatkan data, bisa berupa aktivitas atau benda yang kita berikan kepada partisipan agar mereka mau dan mampu menyampaikan sudut pandangnya.<\/p>\n<p>Last, Critical Incident adalah teknik interview dimana pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada responden hanya berkaitan dengan satu kejadian &#8211; incident, bukan pengalaman sehari-hari.<\/p>\n<p>See (Flick et al., 2017; Flick &amp; R\u00f6hnsch, 2014; Prokopiou et al., 2012)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Interview sebagai teknik pengumpulan data itu seperti apa sih? Cuma nanya-nanya aja gitu? Supaya paham, kita harus mengenal jenis-jenis interview sebagai instrumen, dan sekaligus sebagai teknik. Interview bisa dilakukan dengan satu orang atau dua orang. Emang ada interview dengan dua orang? Ada, namanya Dyadic Interview. Memang tidak se-ngehits interview biasa dengan satu orang atau FGD&#8230; <a class=\"more-link\" href=\"https:\/\/ardian.id\/?p=1548#more-1548\">Continue Reading &rarr;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ardian.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1548"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ardian.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ardian.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ardian.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ardian.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1548"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/ardian.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1548\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1553,"href":"https:\/\/ardian.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1548\/revisions\/1553"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ardian.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1548"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ardian.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1548"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ardian.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1548"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}