Manusia cenderung memiliki sifat konformis, berperilaku untuk memenuhi harapan kelompok atau komunitas di mana dia tinggal. Konformitas memang membantu individu untuk dapat diterima oleh kelompok atau komunitas, tapi di sisi lain sifat konfomis membuat manusia kehilangan sisi uniknya. Tatkala setiap orang ingin menjadi seperti kebanyakan orang, maka individu-individu akan menjadi semakin homogen, mirip antara satu dengan yang lainnya. Apa yang bisa kita lakukan agar kita memiliki warna yang berbeda tanpa mengorbankan keberterimaan kita di kelompok atau komunitas kita?